Wednesday, July 29, 2009

Masa Gugur Berkepanjangan

RUMPUT LAUT...

Rumput laut adalah salah satu harapan untuk menopang perekonomian masyarakat Sawangan.
Dari tahun 1987 budidaya rumput laut ini telah digeluti oleh sebagian masyarakat Sawangan. Awal ujicoba budidaya rumput laut ini dilakukan diperairan Geger, Pantai Karang Boma dan Pantai Gunung Payung. Alhasil uji coba tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat untuk memperbaiki taraf hidupnya. Dimana sebelum mengenal budidaya rumput laut, kebanyakan dari mereka menjadi petani ladang yang hasilnya bisa dinikmati setahun sekali. Selain bertani di ladang juga memelihara sapi.

Hasil pertanian dan peternakan tradisional tersebut tidaklah memberi harapan yang berarti bagi masyarakat Sawangan.

Munculnya budidaya rumput laut yang ditekuni sejak tahun 1987 tersebut telah membuahkan hasil yang lebih baik, dan bahkan menjadi harapan terakhir bagi perekonomian masyarakat Sawangan.

Berbicara mengenai potensi budidaya rumput laut bagi masyarakat Sawangan dan masyarakat lainnya yang menekuni budidaya rumput laut ini membawa manfaat yang luar biasa bagi kalangan petani budidaya, distributor dan produsen komoditi yang memakai bahan mentah dari rumput laut ini.

Di tahun 90-an, bagi petani rumput laut di Sawangan merupakan bencana besar, karena gugurnya rumput laut untuk fase pertama kalinya dari sejak digelutinya budidaya rumput laut ini. Pada masa ini, jenis rumput laut yang di budidaya merupakan jenis Spinosum, Cottonii Alvaresi, Cottonii Karang Jahe talus besar dan kasar. Tetapi ketahanan terhadap penyakit pada masa itu sangat lemah, sehingga tidak bisa bertahan pada saat itu. Walaupun dengan keadaan seperti itu, masyarakat Sawangan tidak pernah menyerah dengan keadaan tersebut. Masyarakat Sawangan khususnya bagi Pan Lunga (Almarhum) dengan ketekunannya tetap membudidayakan rumput laut di kawasan Pantai Karang Boma.

Dengan ketekunan dan usaha yang keras, akhirnya mereka menemukan varietas baru atas petunjuk Bapak Wayan Simbik (Pan Agus - Peminge) yang didapat dari Petani Kutuh dengan nama Cottonii Sakul (Bulung Kriput - Sawangan). Varietas baru ini dapat bertahan dengan keadaan yang ada pada saat itu, dan bahkan berkembang sampai tahun 2007. Di tahun 2007 muncul juga varietas baru yang dikenalkan oleh Nengah Suastra, yang didapat dari Pantai Gerokgak Buleleng, dengan nama Cottonii Maumere ( Bulung Gregah - Sawangan). Dengan munculnya varietas ini diikuti oleh gugurnya jenis Cottonii Sakul.

Gugurnya Cottonii Sakul, sementara perkembangan Varietas Cottonii Maumere yang belum maksimal membuat semua petani sampai ke Nusa Penida berharap-harap cemas karna varietas unggulan mereka seperti Cottonii Sakul mengalami keguguran.

Di tengah-tengah keresahan petani yang tidak henti-hentinya melakukan usaha untuk memperbaiki keadaan dengan berbagai cara, akhirnya mereka masih dapat menambatkan harapan mereka kepada varietas awal yaitu Cottonii Kangkung/Gadis Bali dan Varietas Cottonii Karang Jahe tallus kecil dan lembut, sehingga para petani khususnya di Geger masih bisa bernafas lega.

Sehingga di tahun 2009 ini ada beberapa varietas yang masih berkembang seperti Cottonii Kangkung/Gadis Bali untuk daerah Sawangan, Geger, Kutuh. Varietas Cottonii Karang Jahe tallus kecil berkembang di Geger, Sawangan juga Kutuh. Sementara Varietas Cottonii Sakul sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan di daerah Geger.

Demikianlah seklumit cerita tentang perkembangan varietas rumput laut di Sawangan.

Semoga bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan dengan informasi tentang rumput laut.

Salam,

Thursday, October 12, 2006

MUSIM HUJAN

Bulan-bulan menjelang turunnya hujan menjadi hari-hari yang buruk bagi perkembangan rumput laut di daerah Sawangan. Kalaupun demikian, bagi petani bukanlah hal yang sangat fatal yang harus dihadapi. Oleh karena hal kondisi ini muncul setiap tahun, maka beberapa antisipasi telah dilakukan oleh petani seperti menghindarkan bibit dari air tawar (air hujan), sehingga dapat tumbuh dengan baik dan memperhatikan penanaman agar tidak terlalu tercampur oleh air tawar, sehingga terhindar dari busuk batang. Untuk jenis E. Cottonii Sakul ini lebih tahan terhadap air tawar/hujan dibandingkan dengan E. Cottonii Kangkung, Kappaphycus Alvarezi.
Hal ini menjadikan petani tidak merasa putus asa untuk bertani rumput laut. Walaupun sempat bermasalah kawasan Sawangan untuk pembudidayaan rumput laut, tetapi akhir-akhir ini petani mulai turun lagi untuk berbudi daya rumput laut. Hal ini dilakukan karena kurangnya kesempatan kerja untuk yang masih produktif dalam bekerja dan kurangnya lahan untuk bertani di ladang. Petani selalu berharap adanya dukungan moral dari pihak pemerintah dalam memberdayakan masyarakat kedepan untuk menghadapi era yang serba modern dan membingungkan.

Friday, July 14, 2006

PELATIHAN MANAJEMEN KOPERASI

Pada tanggal 25 - 26 Juni 2006 PENSA melakukan pelatihan Manajemen Koperasi di Hotel Oranjje Denpasar. Pada kesempatan ini Kertha Segara ikut ambil bagian pada acara tersebut. Walaupun dengan keterbatasan SDM dalam organ Kertha Segara, tetapi tetap berupaya untuk memajukan Koperasinya dengan mengirim tiga orang anggota untuk mengikuti pelatihan tersebut dengan tujuan untuk kemajuan koperasi kertha segara sendiri. Dalam pelatihan yang diselenggarakan dalam dua hari tersebut, banyak hal yang didapat seperti menyajikan laporan keuangan koperasi, strategi menyalurkan Simpan Pinjam kepada anggota dan non anggota serta bentuk laporan keuangannya. Pelatihan ini dirasa sangat penting sekali bagi Kertha segara untuk mengupgrade kemampuan education dari SDM Kertha Segara itu sendiri. Harapan Kertha Segara, pelatihan seperti ini hendaknya dilaksanakan rutin secara berkala, sehingga kemajuan koperasi dapat lebih ditingkatkan dan sebagai ajang sharing information diantara koperasi-koperasi tani yang lain.
Akhir kata kami segenap Pengurus dan Anggota Kertha Segara mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Dina Saragih (PENSA Makasar), Listiana Pancasari (REDC Bali), Kalimajari, Mr. Klas (Tutor LSM Belanda) yang telah memberikan fasilitas kepada kami.

Thursday, May 11, 2006

KERTHA SEGARA DAN RUMPUT LAUT


JENIS RUMPUT LAUT DI KAWASAN KERTHA SEGARA


Kawasan Sawangan potensial sekali untuk pengembangan rumput laut, baik dari segi kualitas maupun kuntitas. Tingkat salinitas yang tinggi dan kandungan gelnya yang memadai menunjang jenis rumput laut yang dibudidaya di kawasan Sawangan ini dapat diterima di pasar internasional (komoditi ekspor). Selain hal tersebut diatas struktur pasir yang relatif kasar dapat membantu tingkat salinitas memadai dan menghambat suburnya hama dan penyakit dalam berkembang biak. Selain untuk kawasan budidaya rumput laut kawasan ini juga berpotensi untuk pengembangan pariwisata, karena selain pantainya yang indah juga pasirnya yang putih, menarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke kawasan ini. Kalaupun demikian pemerintah juga masih mengupayakan untuk berkembangnya kawasan ini sebagai kawasan budidaya rumput laut. Bagi para petani juga berharap bersinerginya antara pariwisata dengan rumput laut, sehingga apa yang diharapkan pelaku pariwisata dapat menunjang kepentingan para petani tanpa mengorbankan salah satu pihak. Dengan berkembangnya rumput laut di kawasan Sawangan ini, pendapatan perkapita penduduk dapat lebih meningkat dari sebelumnya, disaat mana para petani masih menghandalkan pertanian tanah kering. Dalam hal pertanian di darat, petani hanya memperoleh penghasilan setahun sekali dengan jumlah minimal, berbeda halnya dengan pertanian di laut. Mempertimbangkan keadaan tersebut maka petani ladang tersebut beralih ke pertanian rumput laut. Dengan penghasilan yang relatif lebih besar, petani menjadi betah menjadi petani rumput laut sampai saat ini. Adapun jenis rumput laut yang dibudidayakan sebagai berikut :

EUCHEUMA COTTONII SAKUL

Jenis Eucheuma Cottonii Sakul merupakan jenis terakhir bagi semua petani yang ada di Sawangan. Jenis rumput laut ini relatif dapat bertahan di segala musim, baik musim panas maupun pada musim hujan turun. Walaupun jenis ini kadang kala juga terkena hama penyakit yang begitu mengkhawatirkan, tetapi beberapa bagian masih dapat diselamatkan untuk keperluan bibit. Eucheuma Cottonii Sakul pertama kali disebar di kawasan pertanian Desa Kutuh dan akhirnya karena jenis ini terbawa arus menuju kawasan pertanian di Sawangan, petani mendapatkan jenis ini dari helai per helai sehingga berkembang menjadi banyak. Kini jenis ini menjadi populer di kawasan pertanian Desa Kutuh, Sawangan, Geger, Pecatu, beberapa juga di Desa Ungasan dan Serangan. Jenis Eucheuma Sakul ini setelah beradaptasi dengan perairan di Sawangan dan Geger berubah bentuk menjadi dua jenis yaitu: Jenis Eucheuma Cottonii Sakul dan Eucheuma Cottonii Celery.

EUCHEUMA COTTONII KANGKUNG (GADIS BALI sp.)

Jenis Eucheuma Cottonii Kangkung (Gadis Bali sp.) ini masih ada dibudidayakan di kawasan Sawangan. Jenis ini kurang menguntungkan bagi petani, karena tidak dapat bertahan dalam segala musim. Jenis ini hanya dapat bertahan dalam suhu yang tidak terlalu rendah, karena akan mengalami kebusukan (busuk batang). Jenis ini hanya dapat bertahan dalam suhu relatif sedang. Disamping ketahanan terhadap kondisi alam rendah, kandungan gelnya juga lebih rendah dan riskan terhadap serangan hama (micro dan macro). Tetapi pada musim-musim tertentu jenis Eucheuma Cottonii Kangkung ini dapat berkembang lebih cepat dari biasanya sehingga dapat menguntungkan petani dalam memenuhi tingkat produksinya. Jenis E. Cottonii Kangkung ini mempunyai warna yang bermacam-macam seperti Orange Gelap, Hijau Lumut, Biru keungu-unguan ada pula yang kuning keemasan. Perbedaan warna ini diperkirakan dipengaruhi oleh kondisi alam daerah dimana dia ditanam.


METODE PENANAMAN

Berbagai macam metode penanaman yang dilakukan oleh petani Kertha Segara seperti :

Metode Lepas Dasar Semi Long Line

Metode ini sangat menguntungkan bagi petani dengan struktur pasir yang relatif kasar. Metode ini dengan bibit E. Cottonii Sakul cocok dikembangkan dan lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Dalam segala cuaca kecendrungan metode tanam seperti ini lebih menguntungkan petani dibandingkan menggunakan sistem patok. Metode ini lebih baik diterapkan di atas pasir yang kasar, walaupun baik juga ditanam diatas padang laut (Lamun – Bhs. Bali), tetapi kurang tahan terhadap hama dan penyakit karena kecendrungan hama menempel pada padang laut tersebut.
Metode ini kurang cocok diterapkan diatas media yang berbatu karena cendrung akan rontok dihempas oleh gelombang, sehingga rumput laut akan habis sebelum sempat dipanen.

Metode Penanaman sistem Patok



Metode ini baik diterapkan diantara bibir pantai dengan lokasi pecahnya ombak ditengah. Batas ini kira-kira 100 meter ketengah dari bibir pantai, sehingga terhindar dari hempasan gelombang. Metode ini juga baik diterapkan di kawasan Sawangan, Kutuh dan Ungasan.


Metode Penanaman dengan Patok Tunggal

Metode ini baik juga diterapkan untuk menghemat lokasi dan efisien dalam pengerjaannya. Metode ini sama baiknya dengan Metode Lepas Dasar, hanya saja metode ini menggunakan patok tunggal. Metode ini riskan sekali diterapkan pada bibir pantai, karena banyak pemulung rerontokan rumput laut yang lalu lalang di lokasi tersebut.


Metode Penanaman Long Line Terapung

Metode ini baik diterapkan pada permukaan air dengan kedalaman 2 meter – keatas. Metode ini sedikit diterapkan di kawasan Sawangan, karena tidak terlalu menguntungkan bagi petani akibat sempitnya lokasi tempat penanaman, lokasi budidaya rumput laut di Kawasan Sawangan mayoritas dangkal dan seringnya lalu lalang perahu dan rakit-rakit para petani sehingga kemungkinan besar mengalami kerontokan.

Thursday, April 27, 2006

PETANI KERTHA SEGARA SAWANGAN


Kelompok yang tergolong baru ini rata-rata anggota Kelompok Artha Segara Murthi, tetapi saat ini telah memiliki wadah baru yang diberi nama Kertha Segara Sawangan. Kelompok ini banyak berharap dari berbagai pihak agar sudi kiranya mengulurkan tangan untuk membantu dalam berbagai hal sehingga kelompok ini tetap eksis. Kondisi yang serba sulit saat ini membuat kelompok ini haru berjuang keras untuk mencapai sukses, baik di laut maupun di darat. Kelompok ini memanfaatkan lahan rata-rata 3 are per anggota. Dengan jumlah anggota 50-an berarti lahan yang difungsikan seluas 1.50 ha. Selain itu anggota rata-rata memiliki jaring untuk menjaring rumput laut yang rontok, sehingga rumput laut yang lepas tidak hanyut jauh.

Dalam hal pembibitan di darat, para petani membuat tenda sementara diatas tanah investor sebelum dibangun. Selain pembibitan, proses pasca panenpun masih memanfaatkan lahan investor tersebut. Saat telah dibangunnya tanah tersebut, hal ini membuat para petani menjadi kebingungan untuk mencari lahan untuk proses rumput laut selanjutnya. Para petani berharap banyak kepada semua pihak untuk dapat mencarikan solusi agar para petani dapat terus menyambung hidupnya. Adakah pihak yang prihatin dengan keadaan petani khususnya dan masyarakat sawangan pada umumnya ?

Tuesday, April 25, 2006

SEKLUMIT TENTANG KERTHA SEGARA


KOPERASI UNIT DESA MINA ASTITI SAMUDERA BENOA
UNIT KERTHA SEGARA SAWANGAN


A. Latar Belakang

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Kenapa Koperasi menjadi pilihan dalam pengembangan usaha, karena mengacu pada pengertian koperasi diatas bahwa Koperasi dapat berpeluang melakukan usaha tidak hanya terbatas pada satu jenis usaha saja, melainkan berbagai macam jenis usaha dapat dilakukan seperti misalnya Simpan Pinjam, Pelayanan Jasa, Penjualan SEMBAKO dan usaha lainnya. Disamping itu, bahwa koperasi mempunyai keanggotaan yang bersifat terbuka, tidak mengkultus pada orang-orang yang bermodal besar saja tetapi mereka yang berada pada level ekonomi menengah kebawahpun dapat menggerakkan usaha koperasi ini. Kenapa Kertha Segara, karena ide/gagasan awal tepatnya tanggal 8 Maret 2006 muncul pemikiran tentang organisasi ini, dicetuskan oleh beberapa orang (Petani) bekas Kelompok Tani Rumput Laut Artha Segara Murthi Kelompok Utara, berkeinginan membentuk organisasi baru setelah lenyapnya organisasi yang lama dan sekaligus ingin membentuk usaha yang bergerak dalam bidang ekonomi kerakyatan, sehingga muncullah ide untuk menyebutnya Kertha Segara (Kertha = Makmur, Segara = Laut). Oleh karena itu diharapkan dapat tercapai apa yang telah terpatri dalam nama tersebut yaitu Kemakmuran yang diperoleh dari hasil laut seperti Rumput Laut sebagai pekerjaan utama mereka.

B. Maksud Dan Tujuan

Adapun beberapa tujuan dibentuknya Koperasi Kertha Segara ini adalah :
- Mengakomodasi ide-ide dan model-model bisnis yang hendak dijalankan.
- Menciptakan lapangan kerja.
- Memacu pertumbuhan ekonomi secara signifikan.
- Menciptakan solusi dibidang ekonomi dan tenaga kerja dalam menghadapi era globalisasi.

Dalam mencapai usaha tersebut maka Koperasi akan mempersiapkan Rencana Anggaran Kerja untuk tahun kedepan yang meliputi :
1. Rencana Kerja Jangka Pendek.
- Membentuk Unit Pertokoan dalam menopang kebutuhan setiap.
- Melakukan kerja sama dengan supplier untuk pengadaan barang dagangan.
2. Rencana Kerja Jangka Menengah.
- Mengembangkan usaha Pertokoan sehingga menjadi lebih memadai.
- Membentuk Unit Simpan Pinjam untuk menopang permodalan setiap usaha Koperasi.
- Membuat centra pemasokan rumput laut pasca panen setiap anggota.
- Melakukan kemitraan dengan pemodal-pemodal.
3. Rencana Kerja Jangka Panjang.
- Membantu pengembangan wilayah Sawangan.
- Membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat Sawangan.

C. Fungsi dan Peranan Koperasi

1. Melayani kepentingan anggota.
2. Membantu kebutuhan anggota.
3. Menumbuhkan keamanan dan kenyamanan anggota dalam menjalankan aktivitas.
4. Meningkatkan nilai produktivitas usaha anggota.
5. Mengeleminasi setiap keresahan yang mungkin timbul dalam anggota.
6. Meningkatkan rasa kebersamaan antar anggota.


D. Orientasi Koperasi
Koperasi pada umumnya berorientasi pada dua hal :
1. Orientasi Bisnis, bahwa koperasi dalam memupuk permodalan dan dalam memenuhi
kebutuhan anggotanya akan melakukan bisnis.
2. Orientasi Sosial, bahwa selain orientasi bisnis, koperasi tidak terlepas dari asas koperasi yaitu
asas kebersamaan dan gotong royong.

E. Kegiatan Usaha

Usaha Pokok Koperasi (Kertha Segara)
1. Unit Simpan Pinjam
Kegiatan USP adalah kegiatan yang dilakukan untuk menghimpun dan menyalurkan dana
melalui kegiatan USP tersebut dari dan untuk anggota dan calon anggota.

Kiat-kiat usaha Simpan Pinjam.
- Menumbuhkan kesadaran anggota tentang pentingnya menabung, walaupun hanya
Rp.500,- tapi bermanfaat besar bagi Koperasi dan anggota sendiri.
- Menciptakan kesadaran menabung pada anak usia sekolah khususnya anggota.
- Menyalurkan kredit dengan syarat mudah, bunga ringan dan jangka waktu yang relatif
lama.
- Mengutamakan Anggota dalam penyaluran kredit dengan sistem daftar tunggu (waiting list).
2. Usaha Dagang (grosir dan Eceran)
Usaha Dagang ini akan berkiprah pada penyediaan SEMBAKO bagi anggota dan non
anggota.
3. Usaha Jasa
Usaha ini akan menyediakan pelayanan jasa kepada anggota dan non anggota dengan manfaat yang lebih bagi anggota dan Koperasi.

F. Permodalan

Permodalan koperasi berasal dari :

1. Modal Sendiri

Simpanan Pokok
- Simpana Pokok, merupakan sejumlah uang yang disetorkan oleh setiap anggota koperasi
pada saat masuk menjadi anggota.
- Simpanan pokok tidak dapat diambil selama menjadi anggota.
- Simpanan pokok dapat diambil apabila telah keluar dari keanggotaan.
- Besarnya simpanan pokok yang disetorkan sebesar Rp. 60.000,-
Simpanan Wajib
- Simpanan wajib, merupakan sejumlah uang yang idialnya dibayarkan setiap anggota secara
periodik setiap bulannya.
- Simpanan wajib tidak dapat diambil selama masih menjadi anggota.
- Simpanan wajib hanya dapat diambil apabila telah keluar dari keanggotaan.
Simpanan Sukarela
- Simpanan sukarela merupakan simpanan yang bersifat tidak wajib dibayarkan oleh anggota.
- Besarnya simpanan sukarela tergantung kemampuan masing-masing anggota.
- Simpanan sukarela dapat diambil setiap saat, selama kas koperasi buka.
- Simpanan sukarela akan diperhitungkan bunga.
Dana Cadangan
- Dana Cadangan merupakan sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha
(SHU) koperasi.
- Dana Cadangan dipakai untuk memupuk permodalan koperasi.
- Dana Cadangan tidak dapat dibagi-bagikan kepada anggota.
Sisa Hasil Usaha
- SHU merupakan keuntungan yang diperoleh koperasi dari hasil usahanya.
- Besarnya SHU yang diperoleh per anggota diumumkan setiap tahun buku sesuai dengan
anggaran dasar koperasi.
- SHU yang disimpan di koperasi akan dipergunakan modal koperasi.
- SHU akan dibagi-bagi sesuai dengan anggaran dasar antara lain :
a. Untuk anggota menurut perbandingan jasa pada usaha koperasi sebesar 10 %
b. Untuk anggota menurut perbandingan simpanan dalam koperasi (Simpanan
c. Pokok, Simpanan Wajib, Simpanan Sukarela) sebesar 10%.
d. Untuk Cadangan Koperasi sebesar 35%.
e. Untuk dana-dana Pendidikan koperasi sebesar 5%.
f. Untuk Jasa Pengurus dan Pengawas Koperasi sebesar 10%.
g. Untuk Dana kesejahteraan Karyawan Koperasi sebesar 10%.
h. Untuk dana-dana sosial sebesar 15%.
i. Untuk pengembangan daerah kerja Koperasi sebesar 10%.
- Makin besar simpanan anggota, semakin besar pula SHU yang akan diperoleh.
- Makin besar partisipasi anggota dalam setiap usaha koperasi (bertransaksi), makin besar
pula SHU yang akan diperoleh pada akhir tahun buku.
2. Modal Asing
- Modal dari Bank
- Modal dari Koperasi lain
- Modal dari anggota koperasi lain

G. Perangkat Organisasi

Dalam Organisasi Koperasi, yang menganut manajemen terbuka, mempunyai susunan organisasi sebagai berikut :
1. Rapat Anggota.
Rapat Anggota akan rutin dilakukan setiap sebulan sekali untuk penyusunan dan
pengevaluasian program kerja.

2. Pengurus.
- Pengurus akan diambil dari anggota Koperasi.
- Pengurus akan dilakukan pergantian setiap 2 tahun sekali, dan dapat dipilih kembali apabila
dianggap perlu.
- Pengurus akan membuat laporan pertanggung jawaban setiap akhir tahun buku koperasi.
- Pertanggung jawaban kerja pengurus akan dilakukan didepan Rapat Anggota.

3. Pengawas.
Pengawas akan diambil dari anggota senior koperasi dan punya kapabilitas dalam bidang
keuangan dan organisasi koperasi.

H. Metode kerja Kertha Segara

Metode kerja koperasi akan mengacu pada pendekatan Network system. Pola kerja ini akan
sangat menguntungkan bagi anggota koperasi bagaimana layaknya usaha-usaha lainnya.
Dalam organisasi koperasi akan diperoleh beberapa keuntungan antara lain :

1. Keanggotaan dapat direkrut melalui pendekatan kekeluargaan.
2. Promosi akan lebih mudah dan murah melalui mouth to mouth promotion.
3. Harga diperoleh lebih murah dari harga pasar.
4. Pembelian barang dapat di angsur beberapa kali (Khusus Anggota).
5. Setiap anggota dapat membuat keputusan bisnis, demi kemajuan koperasi.
6. Melayani pinjaman dana untuk modal kerja dengan bunga rendah (1% untuk Anggota).
7. Angsuran pinjaman dapat dilakukan bulanan dan musiman.
8. Simpanan Sukarela anggota akan diberi bunga (0.6%/bulan), sebagaimana layaknya
menabung di bank.
9. Setiap transaksi (Pembelian barang, Peminjaman Uang, Tabungan, dan berpartisipasi
dalam semua usaha koperasi ) akan diperhitungkan SHU disetiap akhir tahun buku
koperasi sesuai dengan anggaran dasar.

Demikian beberapa hal mengenai pola kerja koperasi yang akan diwujudkan, semoga dapat diterima dan dijadikan alat pemersatu bagi kaum intelektual yang profesioanal dalam menopang perekonomian di lingkungan Sawangan, dan tak lupa saya ucapkan terima kasih dan selamat bergabung dalam Koperasi Unit Desa Mina Astiti Samudera Benoa Unit Kertha Segara Sawangan~Nusa Dua.

Bersama Menuju Sukses di Era Globalisasi melalui Ekonomi Kerakyatan.

Tuesday, April 04, 2006

PROFILE PENGURUS KOPERASI KERTHA SEGARA


Nama : Nengah Suastra, SE
Umur : 31 Tahun
Status : Menikah
Jabatan : Sekretaris KUD Mina Astiti Samudera Unit Kertha Segara Sawangan

Pengalaman Organisasi
- Sebagai Sekretaris II Desa Adat Peminge sampai sekarang

- Sebagai Sekretaris Paguyuban Maha Yowana Pasek Sanak Pitu Kecamatan Kuta Selatan

- Sebagai Ketua III FSP-PAR KSPSI Unit Villa Sekar Nusa sampai tahun 2006

- Sebagai Sekretaris Yayasan Sawangan Jagadhita sampai sekarang

- Sebagai Sekretaris ST. Satya Dharma sampai tahun 2000

- Sebagai Crop Logger Jasuda IFC - PENSA Kecamatan Kuta Selatan wilayah Sawangan dan Peminge

Demikianlah beberapa pengalaman organisasi yang pernah diikuti oleh I Nengah Suastra, SE yang lulusan Fakultas Ekonomi (Akuntansi) Universitas Pendidikan Nasional Denpasar ini. Saat ini aktif di Koperasi Unit Desa Mina Astiti Samudera Benoa Unit Kertha Segara Sawangan sebagai officer, menata dan mengorganisir administrasi organisasi ini. Beliau yang juga petani rumput laut ini ingin mengajak semua petani untuk memacu diri dalam hal mengenal teknologi yang sedang populer saat ini.

Nama : I Wayan Duana

Umur : 42 Tahun

Status : Menikah

Jabatan : Ketua Umum KUD Mina Astiti Samudera Unit Kertha Segara Sawangan

Beliau selain sebagai nelayan juga sebagai petani rumput laut. Dari hasil nelayan dan rumput laut beliau bisa menghidupi keluarga dan pendidikan anak-anaknya. Beliau yang telah memiliki dua orang putra, sangat bergantung sekali kepada laut dan pantai, sehingga begitu berartinya laut bagi beliau sebagai tempat menggantungkan hidupnya. Ayah dari I Wayan Hendra dan I Kadek Koko Mitsua Antara ini, menaruh harapan besar kepada pemerintah terkait agar dapat kiranya melindungi sumber kehidupannya.

TIM PENDAMPING ORGANISASI

PENSA SEBAGAI PENDAMPING ORGANISASI

Kertha Segara telah memiliki tim pemdamping seperti PENSA Bali melalui RDC dan Crop Logger JaSuDa Nusa Dua yang ada di Kecamatan Kuta Selatan.
Tim Pemdamping ini akan memberikan beberapa pelatihan tentang Laporan Keuangan, Program Penanaman Rumput Laut, Akses ke Keuangan, Proses pengolahan Rumput Laut pasca panen.
Kertha Segara mempunyai insan-insan profesional dalam menjalankan organisasi. Dalam wadah Kertha Segara ini telah melakukan terobosan-terobosan dalam mengembangkan rumput melalui tim pendampingnya tersebut. Dalam waktu dekat ini, diawal-awal Mei 2006 ini akan melakukan observasi bibit rumput laut baru. Dalam uji coba ini akan menggunakan bibit Cottonii Maumere, yang khusus didatangkan dari petani Bali Barat yaitu daerah Musi dan Pejarakan. Adapun tujuan utama dalam uji coba bibit baru ini adalah untuk membuat hubungan kerjasama dengan petani-petani di daerah lain sehingga terjalin kerjasama yang baik.
Selain itu kelompok baru ini akan selalu siap untuk program-program yang akan dibuat oleh Pensa melalui RDC dan Crop Logger didaerah, sehingga apapun yang direkomendasikan oleh Pensa dapat berjalan sesuai tujuan. Sehingga Kertha Segara merupakan Kelompok Rekomendasi PENSA.

KERTHA SEGARA ALAT PEMERSATU PETANI

Kertha Segara adalah sebuah wadah untuk menyatukan para petani rumput laut yang ada di Sawangan, yang mana dulunya telah mempunyai wadah yang bernama Artha Segara Murthi. Wadah yang terdahulu telah lenyap seiring diberlakukannya aturan oleh Pemda Badung tentang penetapan budidaya rumput laut di Sawangan.
Kertha Segara merupakan wadah baru dengan iklim yang baru pula bagi para petani rumput laut di Sawangan. Wadah ini yang akan dijadikan tumpuan terakhir dan merupakan tempat untuk menyalurkan aspirasi dalam hal kelautan dan perikanan.
Kertha Segara didirikan tanggal 25 Maret 2006 oleh I Wayan Duana, I Made Kamar Mundi, I Nengah Suastra,SE, I Ketut Wana, I Wayan Dama, I Ketut Kantra, I Made Rasta dan I Ketut Letra serta kurang lebih 43 anggota lainnya.
Kertha Segara didirikan dengan tujuan untuk menyatukan aspirasi, persepsi dan kepentingan baik sosial maupun kepentingan ekonomi.
Kertha Segara telah mendirikan warung klontong yang menjual berbagai macam kebutuhan para petani, dari sembako sampai ke alat-alat budidaya rumput laut.